Sabtu, 01 April 2017

Tragedi Akbar Terulang, Ular Piton 7 Meter Patuk dan Belit Petani Bone

Tragedi Akbar Terulang, Ular Piton 7 Meter Patuk dan Belit Petani Bone

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Tragedi Akbar Terulang, Ular Piton 7 Meter Patuk dan Belit Petani Bone

SEBARKANBERITA


Tragedi Akbar Terulang, Ular Piton 7 Meter Patuk dan Belit Petani Bone

 Ular piton sepanjang tujuh meter menggegerkan warga Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Watampone, Bone, Sabtu (1/4/2017).

Apalagi akhir-akhir ini masih ramai kasus petani sawit bernama Akbar meninggal akibat ditelan bulat-bulat seekor Ular Piton raksasa.

Ular itu nyaris menewaskan petani setempat, Darwis (50), saat sedang membajak di kebunnya.

Untungnya, Darwis yang sempat dipatok dan dililit ular piton itu, membawa golok.
Dia menyelamatkan diri dengan cara memarangi kepala ular piton itu.

"Ular itu langsung menggigit dan melilit melingkar di bagian kaki saya saat saya di kebun, saya saat itu sendiri dan berteriak," tutur Darwis bercerita kepada wartawan Sebarkanberita.com di Pallette, Sabtu (1/4/2017).

Akibat gigitan ular piton, tangan Darwis mengalami luka robek.

Dia kemudian dibawa ke rumah sakit di Kota Watampone.

Diketahui, areal hutan kawasan yang tak jauh dari areal wisata Tanjung Pallette itu kerap ditemukan ular piton.

Ular Pemangsa Akbar

Seekor ular sanca kembang telah menelan seorang warga di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Peristiwa maut ini sontak menggemparkan warga sekitar.

Mengutip Wikipedia, ular dapat memangsa korbannya yang memiliki ukuran tiga kali lebih besar dari diameter kepala ular.

Hal ini dikarenakan rahang ular lebih rendah dan dapat terpisah dari rahang atas.

Bentuk gigi ular yang menghadap kebelakang juga berfungsi untuk menahan mangsanya tidak melarikan diri.

Ular sanca kembang melilit mangsanya sebelum dimakan.

Lilitan kuat ular ini bertujuan agar mangsa tidak bisa bernafas dan kehabisan oksigen.
Setelah mangsanya lemas karena kehabisan oksigen, barulah sanca kembang menelan mangsanya.
Ular memakan mangsanya bulat-bulat, tanpa dikunyah karena gigi ular memang tidak berfungsi sebagai alat pengunyah.

Ular menelan kepala mangsanya terlebih dahulu agar lancar ketika ditelan.

Memangsa manusia

Akbar (25) menjadi korban keganasan ular sepanjang tujuh meter tersebut saat memanen sawit di kebunnya.

Mayat korban berhasil diidentifikasi Senin (27/3/2017).

Awalnya, Minggu (26/3/2017) Akbar menuju kebun kelapa sawit miliknya, pagi sekitar pukul 09.00 wita.

Namun hingga keesokan hari, Akbar tak kunjung kembali.

Pihak keluarga bersama dengan warga pun berusaha mencari keberadaan Akbar.

Hingga sekitar pukul 22:00 WITA, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik Akbar.

Warga terheran-heran melihat perut ular yang buncit.

Warga kemudian membunuh ular tersebut dan membelah perutnya.

Kaget, warga menemukan mayat Akbar berada di dalam perut ular tersebut.

"Ditemukan di lokasinya (kebunnya) kasihan," kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar, seperti dikutip dariTribunnews.com.

"Awalnya ini Akbar berangkat dari rumahnya untuk pergi memanen sawitnya, setelah tidak kembali ke rumahnya dicarimi di kebunnya," tambahnya.

Warga meyakini korban dimangsa oleh ular tersebut saat memanen sawit.

"Hasil panen sawitnya terhambur, mungkin ini diserang dari belakang ulang," cerita Satriawan.
Kini jenazah Akbar telah disemayamkan di rumah duka.









from Berita Terbaru http://ift.tt/2ovRGcQ
via IFTTT
iklan

Related Posts

Tragedi Akbar Terulang, Ular Piton 7 Meter Patuk dan Belit Petani Bone
4/ 5
Oleh