Sabtu, 01 April 2017

Terinspirasi Film Rambo , Krisna Dibunuh Temannya saat Tertidur Pulas, Tubuhnya Ditindih, Lehernya Ditikam

Terinspirasi Film Rambo , Krisna Dibunuh Temannya saat Tertidur Pulas, Tubuhnya Ditindih, Lehernya Ditikam

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Terinspirasi Film Rambo , Krisna Dibunuh Temannya saat Tertidur Pulas, Tubuhnya Ditindih, Lehernya Ditikam

SEBARKANBERITA


Krisna Wahyu Nur Ahmad

MAGELANG - Misteri yang tengah menghantui publik terkait siapa pelaku pembunuhan keji yang telah menewaskan satu orang siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, berinisial KW akhirnya terjawab sudah.

Seperti diberitakan sebelumnya, KW ditemukan tewas Jumat (31/3/2017) pagi di barak Graha 17 kamar 2B komplek SMA TN Mertoyudan Magelang.

Saat ditemukan korban bersimbah darah dalam posisis tidur membujur ke arah selatan serta kepala menghadap ke timur dengan tangan di bagian dada.

Sementara kaki kanan menekuk dan sebagian kaki tertutup selimut.

Berdasarkan keterangan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dalam rilisnya di Mapolres Magelang, pelaku berinisial AMR (16) membunuh KW (15) lantaran menggumpalnya rasa sakit hati dalam diri pelaku.

Dalam melakukan aksinya pelaku terbilang sadis dalam menghabisi nyawa korbannya.

Berdasarkan pemaparan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol R Djarod P H Madyoputro, pelaku melakukan penikaman saat korban tengah tertidur pulas.

"Saat korban tertidur pulas, pelaku mendatangi barak korban dan segera melancarkan aksinya. Tubuh korban ditindih oleh pelaku, tanpa banyak basa-basi pelaku lantas menghujamkan pisaunya ke leher korban, korban sempat melakukan perlawanan yang mengakibatkan goresan di kacamata pelaku," terangnya.

Anehnya dalam melancarkan aksi penikaman ini, teman korban yang seranjang bahkan tidak tahu menahu kalau KW sudah tewas bersimbah darah saat itu juga.

Sedangkan untuk menghilangkan jejak penikaman, pelaku lantas mengelap lantai kamar korban yang penuh dengan ceceran darah segar korban saat itu juga.

"Pelaku lantas mengelap darah segar korban yang tercecer di lantai kamar dengan kaos dalamnya. Setelah itu untuk menghilangkan jejak, kaos tersebut direndam dalam ember yang ada di kamar mandi," jelasnya.

Tak sampai di situ, pelaku dengan cerdiknya menghilangkan bercak darah yang ada dalam pisau penikaman dengan memakai kaos siswa lain.

"Bercak darah yang berada di bilah pisau sempat dilap pelaku memakai baju siswa lain, penyidik sempat mencurigai ada tersangka lain yang ikut berperan menghabisi korban. Namun setelah didalami lebih lanjut ternyata itu hanya akal-akalan pelaku," ucapnya.

Dalam press rilis yang dilakukan di Polres Magelang, Sabtu (1/4/2017), Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono, mengatakan bahwa pelaku membunuh korban lantaran sakit hati karena aksinya mencuri buku tabungan dan uang murid lain diperingatkan oleh korban.

Hal tersebut membuat pelaku langsung membunuh korban pada pukul 03.30 WIB.

Condro Kirono menambahkan aksi pelaku tersebut juga dipicu hal lain.

"Selain sakit hati karena diperingatkan mengenai pencurian uang dan buku tabungan, pembunuhan tersebut dipicu lantaran korban meminjam ponsel pelaku. Dan pada saat penggeledahan ponsel pelaku yang dibawa korban disita oleh pihak sekolah," ungkap Condro.

Condro Kirono juga menjelaskan kronologi pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku.

Menurutnya teknik serta cara pelaku membunuh korban terinspirasi dari film Rambo.

"Pelaku terbilang cerdas, ia melancarkan aksi pembunuhan tersebut setelah ia menonton film Rambo. Setelah pelaku menonton film Rambo tersebut, ia langsung membeli pisau di salah satu mini market, dengan alasan untuk membuat prakarya," papar Condro.

Kapolda Jawa Tengah mengatakan dengan bukti luka tusukan di leher sedalam 8 cm pada korban, serta barang bukti lain berupa bercak darah di kaus pelaku, nota pembelian pisau dan sebilah pisau yang ditinggal di kamar mandi, membuat polisi mempunyai bukti yang cukup kuat untuk menjerat AMR dengan pasal 80 ayat 3 dan pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

"Saat ini pelaku ditahan di Polresta Magelang, dan ditempatkan di lapas anak, karena masih dibawah umur, dan dikenakan hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Condro.






from Berita Terbaru http://ift.tt/2nvEfIQ
via IFTTT
iklan

Related Posts

Terinspirasi Film Rambo , Krisna Dibunuh Temannya saat Tertidur Pulas, Tubuhnya Ditindih, Lehernya Ditikam
4/ 5
Oleh