Jumat, 21 April 2017

Soal Penutupan Alexis, Ahok dan Anies Beda Pendapat! Ternyata Ini Penyebabnya

Soal Penutupan Alexis, Ahok dan Anies Beda Pendapat! Ternyata Ini Penyebabnya

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Soal Penutupan Alexis, Ahok dan Anies Beda Pendapat! Ternyata Ini Penyebabnya

SEBARKANBERITA



 JAKARTA - Penutupan Hotel Alexis menjadi kebijakan yang akan dilakukan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies mengatakan akan menegakan seluruh aturan di Jakarta sesuai dengan peraturan Daerah (Perda). Termasuk, mengenai penutupan Hotel Alexis bila dalam operasionalnya melanggar Perda.

Sebaliknya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sampai saat ini masih menjadi Gubernur DKI Jakarta menegaskan, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinannya memiliki aturan jelas dalam menutup tempat hiburan.

Ahok mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan menutup tempat usaha jika ditemukan dua kali kasus narkoba di tempat yang sama.



"Saya selalu katakan kan kalau enggak ada bukti (temuan narkoba), bagi saya (tempat hiburan) enggak bisa tutup," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Sama-sama mengacu peraturan daerah (perda), namun Ahok tidak akan menutupnya.

"Kalau Pak Sandi dan Pak Anies mau tutup (menutup Alexis), ya tunggu dia saja. Makanya kalau sesuai perda, ya enggak bisa tutup (Alexis)," kata Ahok.

Apa yang menyebabkan Anies dan Ahok beda pendapat soal Alexis?

Aturan yang dimaksud Ahok adalah pasal 99 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Dalam perda itu, pengelola tempat hiburan malam yang melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba akan dikenai pencabutan izin usaha.



Sementara Anies mengtakan‎"Semuanya berdasarkan pada kalau pelanggaran pakai Perda, semua yang melanggar‎.

Anies mengatakan hal ini saat berada di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat, (21/4/2017).

Peraturan tersebut menurut Anies akan langsung dilaksanakan setelah dirinya resmi menjabat sebagi gubernur DKI Jakarta. Anies yang menang di Pilkada DKI 2017 versi hitung cepat akan dilantik pada bulan Oktober 2017.

"Segera dilaksanakan (Perda) setelah bulan Oktober," pungkasnya.

‎Adapun Peraturan Daerah yang akan ditegakan terkait keberadaan hotel Alexis yakni Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Pada pasal 42 Perda tersebut diketahui mengatur larangan praktek prostitusi di Jakarta. Peraturan yang terdiri atas tiga poin itu sendiri berbunyi: Setiap orang dilarang a. menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi penjaja seks komersial; b. menjadi penjaja seks komersial; dan c. memakai jasa penjaja seks komersial.

Sementara itu pada Pasal 43 setiap orang atau badan dilarang menyediakan dan/atau menggunakan bangunan atau rumah sebagai tempat untuk berbuat asusila.

Kata Ahok : Surga Dunia Itu Ada Di lantai 7 Alexis Lohhh...

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan, dirinya tidak akan sanggup menghapus bisnis prostitusi di Ibu Kota. Termasuk, dugaan adanya bisnis prostitusi di Hotel Alexis.

Pekerja Seks Komersial (PSK) di Hotel Alexis, kata Ahok, berasal dari berbagai negara. Namun, kupu-kupu malam impor tersebut pintar soal menutupi identitas mereka.

"Oh benar pak, di sana lengkap dari mana-mana ada. Ya sudah kalau begitu tutup dong? Oh enggak bisa pak, karena enggak ada bukti. Pas kita datang mereka baik-baik saja, masa harus ketuk pintu satu per satu," pungkas suami Veronica Tan tersebut.

Saat menerima kunjungan mahasiswa di Balai Kota, mantan Bupati Belitung Timur tersebut bahkan menyebut lantai 7 di Hotel Alexis merupakan surga dunia.

"Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis dimana? Di hotel. Di Alexis itu lantai 7-nya surga dunia loh (surga prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu, tapi surga di lantai 7," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta.


Diketahui, bisnis esek-esek ini mencuat setelah Ahok memastikan kawasan prostitusi Kalijodo akan dibongkar demi membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sana. Saat ini, Daeng Aziz yang didapuk sebagai tokoh warga Kalijodo tengah melakukan perlawanan terkait kebijakan Pemprov DKI tersebut.


Sementara, permintaan untuk melakukan penutupan Alexis yang diduga sebagai tempat prostitusi terselubung disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Haji Lulung).

Lulung menegaskan, masih banyak tempat prostitusi terselubung yang harus ditertibkan di wilayah administrasi Ibu Kota. Diantaranya adalah Alexis Spa di Pademangan, Jakarta Utara dan Malioboro Spa di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Menurut Lulung, jika Pemprov DKI ingin melakukan penutupan terhadap lokalisasi Kalijodo, seharusnya perlakukan yang sama juga harus didapat secara menyeluruh bagi setiap bisnis esek-esek di Jakarta. Karena, Pemprov DKI harus adil dan tidak tebang pilih bagi setiap pelanggaran yang ada di tempatnya.


Sebagai informasi, lantai 7 Hotel Alexis yang dimaksud oleh Ahok adalah tempat untuk spa yang dinamakan Bath House Spa. Di sini disediakan berbagai fasilitas untuk meredakan ketegangan di sela-sela penatnya Ibu Kota Jakarta. Fasilitas tersebut, antara lain sauna, steam, serta kolam untuk berendam.

Tidak dapat dipungkiri, selama ini, banyak bisnis pemuas syahwat di Ibu Kota yang dibungkus dengan berbagai macam usaha, seperti griya kebugaran (panti pijat), tempat karaoke, salon dan club malam.

Dengan tarif yang bervariatif, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pilihan wanita penghibur yang beragam, dari kelas lokal hingga wanita impor, dapat dengan mudah ditemui hampir di seluruh penjuru Ibu Kota.

from Berita Terbaru http://ift.tt/2oyOWdH
via IFTTT
iklan

Related Posts

Soal Penutupan Alexis, Ahok dan Anies Beda Pendapat! Ternyata Ini Penyebabnya
4/ 5
Oleh

1 komentar:

2 Mei 2017 23.37 delete

KAMI BELI LIMBAH PLASTIK ANDA DI
SELURUH INDONESIA
DENGAN HARGA TINGGI SERTA PEMBAYARAN
CASH / TUNAI

DAPATKAN FASILITAS MEMBER TANPA BIAYA KEANGGOTAAN BAHKAN BERKESEMPATAN MENDAPATKAN BANTUAN LIKUIDITAS

SEGERA HUBUNGI KAMI DI:

0812 9598 1587

galeripojokplastik.blogspot.co.id

Reply
avatar