Rabu, 05 April 2017

Jangan Sembarang Buat Tato Jika Tak Ingin Jadi Seperti Ini

Jangan Sembarang Buat Tato Jika Tak Ingin Jadi Seperti Ini

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Jangan Sembarang Buat Tato Jika Tak Ingin Jadi Seperti Ini

SEBARKANBERITA


Jangan Sembarang Buat Tato Jika Tak Ingin Jadi Seperti Ini

Pada zaman seperti saat sekarang ini, memiliki tato sudah bukan hal yang tabu lagi.
Kini tato sudah tak lagi berkonotasi kriminal.

Bahkan, seni merajah kulit ini dianggap sebagai aksesori untuk mewakili jati diri.
Walaupun demikian, jika anda memiliki niat untuk membuat tato, sebaiknya anda ketahui dulu apa saja dampaknya bagi kesehatan.

Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi pada anda.

Dilansir dari thecoverage, Selasa (4/4/2017), sejumlah foto yang memperlihatkan kulit pria b mengalami infeksi diduga usai memasang tato di tubuhnya.

Dalam foto yang beredar, lengan tangan pria tersebut penuh dengan benjolan berwarna merah.

Diduga merah di dalam benjolan tersebut adalah darah.

Sejumlah netizen yang melihat pemandangan dalam foto tersebut mengaku merinding.

Tidak diketahui secara pasti kebenaran foto tersebut.

Namun, akun  沙巴人情味 yang menyebarkan foto tersebut mengimbau siapa saja untuk tidak sembarangan membuat tato.


Berikut lima risiko yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membuat tato.
Infeksi

Salah satu risiko membuat tato adalah menyebabkan infeksi. Infeksi bisa berasal dari tinta yang telah terkontaminasi dengan bakteri yang disebut Mycobacterium chelonae.

Infeksi bakteri itu bisa menyebabkan ruam dan terasa perih selama berbulan-bulan
Meskipun infeksi bakteri paling umum, menurut Leger bisa juga infeksi karena jamur dan virus. Infeksi ini bisa berkembang menjadi tumbuhnya kutil.

Jika setelah memasang tato kulit merah, nyeri, hingga bengkak, pergilah segera ke dokter.

Alergi

Membuat tato di tubuh juga bisa berkembang menjadi alergi. Leger mengungkapkan, pada pemasangan tato pertama biasanya tidak muncul reaksi alergi, tetapi pada tato kedua atau ketiga.

Alergi bisa berupa kemerahan pada kulit kemudian menjadi gatal-gatal. Untuk alergi, menurut Leger akan sulit diobati.

Menyuntikkan steroid mungkin bisa membantu menghilangkan alergi.

Tapi, pada alergi yang cukup parah, daerah tato pada kulit tersebut harus dibuang.
Menyembunyikan gejala penyakit

Menutup kulit dengan tato dapat menutupi tanda kesehatan yang muncul di bagian kulit, seperti kanker melanoma.

Tahun 2013, terdapat kasus seorang pria yang diketahui menderita kanker  kulit melanoma setelah tatonya dihapus dengan laser.

Menurut Leger, adanya tato membuat dokter sulit melakukan deteksi dini adanya kanker. Akibatnya, kanker terlambat ditangani.

Efek terpapar sinar matahari

Kulit harus dilindungi dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Menurut Leger, ketika tato terpapar sinar matahari bisa menyebabkan gatal-gatal.

Dalam sebuah studi yang pernah dilakukan di Denmark tahun 2014, para peneliti mendapati sekitar 42 persen orang bertato melaporkan efek samping dari memakai tato.

Mereka mengeluh bagian kulit yang ditato mengalami gatal, merah, dan bengkak setelah terpapar sinar matahari.

Leger mengungkapkan, hal ini dipengaruhi oleh tinta kuning pada tato karena mengandung kadmium. Namun, bisa juga karena warna lain.

Luka bakar

Orang yang memasang tato di tubuhnya juga bisa mengalami luka bakar ketika menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Berdasarkan laporan tahun 2011, seorang pemain sepak bola pernah mengalami luka bakar ketika melakukan pemeriksaan  MRI.

Menurut laporan kasus tersebut, luka bakar terjadi pada tinta tato yang bewarna hitam.

Sebab, tinta hitam pada tato mengandung besi. Tinta merah menurut Leger juga memiliki kandungan yang sama dengan tinta hitam.






from Berita Terbaru http://ift.tt/2na5qwX
via IFTTT
iklan

Related Posts

Jangan Sembarang Buat Tato Jika Tak Ingin Jadi Seperti Ini
4/ 5
Oleh