Senin, 05 September 2016

 Sulit Hamil? Cobalah Konsumsi Buah Warisan dari Sunan Muria Ini

Sulit Hamil? Cobalah Konsumsi Buah Warisan dari Sunan Muria Ini

iklan
iklan
iklan

Baca Juga


Waktu berziarah di makam Sunan Muria di Kudus, peziarah bakal menemui sejumlah pedagang yang menjual buah parijoto di kompleks wisata religi itu. Buah dengan warna ungu kemerah-merahan waktu matang itu di jual dengan harga Rp 15. 000-Rp 20. 000.
Buah itu memiliki ukuran cukup kecil dan menggerombol dalam tiap-tiap tangkainya. Rasa buahnya asam bercampur dengan sepat. Konon bila wanita hamil makan buah itu jadi anak yang dilahirkan dapat berwajah tampan atau cantik dengan kulit putih dan halus. Demikian halnya untuk pasangan yang belum mempunyai anak. Dengan memakannya, diakui bisa segera memiliki momongan.
 " Buah ini dipercaya bisa bikin sang jabang bayi cakap waktu dilahirkan. Parijoto adalah tanaman peninggalan atau warisan Sunan Muria, " kata Ketua Paguyuban Masyarakat Pelindung Rimba (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno, Selasa (19/7/2016).
Diluar itu, parijoto juga diakui bisa menyembuhkan beragam penyakit, diantaranya sariawan, diare, dan cholesterol.
Parijoto, kata dia, adalah tanaman yang tumbuh di lereng-lereng pegunugan dan di rimba yang ada di ketinggian 800-2. 300 meter diatas permukaan laut. Di Pegunungan Muria Kudus, parijoto banyak tumbuh di ketinggian sekitaran 1600 meter diatas permukaan laut.
Namun, sekarang ini, parijoto telah dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang cukup menarik dengaa warna mencolok. Tanaman yang termasuk juga jenis perdu dengan nama latin Medinilla Speciosa dan Anggur Asia (Showy Asian Grapes) itu adalah primadona Pegunungan Muria, Kudus.
 " Tak ada saat tertentu untuk panen parijoto. Buah ini bisa dipanen setiap waktu, " tambah Sokib.
Parijoto yang ditanam di rimba rakyat Pegunungan Muria itu dikelola warga setempat. Ada sekitaran lima petani yang mengelola tanaman yang ada di tempat seluas dua hektare itu.
Menurut dia, parijoto adalah satu di antara tanaman yang membawa dianya mencapai Kalpataru 2016 pada kelompok Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia akan terima penghargaan tersebut di Siak, Riau dari Presiden Joko Widodo.
Terkecuali melindungi kearifan lokal dengan melestarikan tanaman parijoto, ia juga dinilai sukses membina orang-orang sekitar untuk berbarengan melestarikan rimba. Terkecuali membuat Paguyuban Orang-orang Pelindung Rimba, ia juga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Colo untuk mengelola potensi wisata dan ekonomi yang ada di lereng Muria itu.
Kalpataru adalah penghargaan di bagian lingkungan hidup yang didapatkan pemerintah Republik Indonesia pada individu atau kelompok yang dinilai sudah berperan besar pada pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Ada empat kelompok penerima penghargaan kalpataru, yakni perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan.
Untuk kelompok Pembina Lingkungan diberikan pada entrepreneur atau tokoh orang-orang yang menghidupkan kesadaran lingkungan dan peran orang-orang temukan teknologi baru ramah lingkungan.



CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN
iklan

Related Posts

Sulit Hamil? Cobalah Konsumsi Buah Warisan dari Sunan Muria Ini
4/ 5
Oleh