Minggu, 11 September 2016

ASTAGFIRULLAH...!!! Meminta Kepada Orang yang Sudah Mati...Hati-hati ITU BISA Termasuk Syirik Besar..., TOLONG BACA PENJELASANYA DAN BANTU BAGIKAN YA....

ASTAGFIRULLAH...!!! Meminta Kepada Orang yang Sudah Mati...Hati-hati ITU BISA Termasuk Syirik Besar..., TOLONG BACA PENJELASANYA DAN BANTU BAGIKAN YA....

iklan
iklan
iklan

Baca Juga






Pertanyaan:


Banyak orang berkata bahwa meminta sesuatu kepada mayat di kuburan adalah boleh, dengan berdalilkan sebuah hadits yang berbunyi, “Apabila kalian bimbang dalam menghadapi segala perkara maka mintalah pertolongan kepada penghuni kubur.” Apakah hadits ini shahih?

Jawaban:

Hadits itu termasuk salah satu hadits dusta yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh banyak ahlul ‘ilmi, tidak hanya satu ahlul ‘ilmi saja! Di antara mereka adalah Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah, di mana beliau telah berkata dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa setelah menyebutkan hadits tersebut, yang bunyi redaksional pernyataannya adalah sebagai berikut,

“Menurut kesepakatan para ulama yang ahli tentang hadits, hadits di atas adalah kedustaan yang sangat keji terhadap nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada seorang ulama pun yang meriwayatkan hadits tersebut dan tidak mungkin pula ia akan ditemukan dalam kitab-kitab hadits yang dijadikan pegangan umat Islam.” Demikian pernyataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Pendapat yang berani berdusta atas nama Rasulullah ini sangat kontradiktif dengan kandungan yang terdapat dalam Al-Quran dan as-sunnah, yang mengharuskan kita agar memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata dan mengharamkan kesyirikan. Tidak disangsikan lagi, bahwa berdoa, beristighatsah, dan meminta pertolongan kepada orang-orang yang sudah mati karena tertimpa berbagai musibah dan malapetaka merupakan beberapa bentuk perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling besar. Demikian pula, berdoa kepada orang-orang yang sudah mati tersebut dalam kondisi lapang juga termasuk menyekutukan Allah.

Kuburan+8
http://2.bp.blogspot.c

Orang-orang musyrik dahulu, apabila mereka tertimpa malapetaka yang sangat dahsyat, maka mereka biasanya langsung memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja. Akan tetapi, apabila malapetaka itu sudah berlalu, maka mereka kembali menyekutukan Allah. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam ayat
berikut:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ


“Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-Ankabut: 65)

Ayat yang semakna dengan ini jumlahnya amat banyak.

Sedang beberapa orang musyrik pada jaman kita saat ini, mereka selalu berbuat syirik, baik dalam keadaan lega ataupun tertimpa musibah. Bahkan juga (yang lebih kronis lagi), dalam keadaan tertimpa musibah musibah, kesyirikan mereka malah jadi tambah menjadi-jadi, wal’iyadzu billah. Dengan hal tersebut, jelaslah kalau kekafiran beberapa orang musyrik sekaran, itu semakin besar serta lebih kronis dari pada kekafiran beberapa orang musyrik pada jaman dulu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَع�'بُدُوا اللَّهَ مُخ�'لِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء

“Padahal mereka tak diminta terkecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menggerakkan) agama dengan lurus. ” (QS. Al-Bayyinah : 5)

فَاد�'عُوا اللَّهَ مُخ�'لِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَو�' كَرِهَ ال�'كَافِرُونَ

“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan beribadah kepada-Nya, walau beberapa orang kafir tak suka pada (nya). ” (QS. Al-Mukmin : 14)

إِنَّا أَنزَل�'نَا إِلَي�'كَ ال�'كِتَابَ بِال�'حَقِّ فَاع�'بُدِ اللَّهَ مُخ�'لِصاً لَّهُ الدِّينَ. أَلاَ لِلَّهِ الدِّينُ ال�'خَالِصُ

“Sesunguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Quran) padamu dengan (membawa) kebenaran. Jadi sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, cuma milik Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). ” (QS. Az-Zumar : 2–3)

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُم�' لَهُ ال�'مُل�'كُ وَالَّذِينَ تَد�'عُونَ مِن دُونِهِ مَا يَم�'لِكُونَ مِن قِط�'مِيرٍ. إِن تَد�'عُوهُم�' لاَ يَس�'مَعُوا دُعَاءكُم�' وَلَو�' سَمِعُوا مَا اس�'تَجَابُوا لَكُم�' وَيَو�'مَ ال�'قِيَامَةِ يَك�'فُرُونَ بِشِر�'كِكُم�' وَلاَ يُنَبِّئُكَ مِث�'لُ خَبِيرٍ

“Yang (berbuat) sekian Allah Rabbmu, milik-Nya-lah kerajaan. Serta beberapa orang yang anda seru (sembah) terkecuali Allah tidak ada memiliki apa-apa meskipun setipis kulit ari. Bila anda menyeru mereka, mereka tidak ada mendengar seruanmu, serta bila mereka mendengar, mereka tidak bisa memperkenankan permintaanmu. Serta di hari kiamat mereka bakal memungkiri kemusyrikanmu serta tak ada yang bisa memberi info padamu seperti yang didapatkan dari Yang Maha Tahu. ” (QS. Fathir : 13–14)

Arti ayat-ayat diatas meliputi semua sesautu yang diibadahi terkecuali Allah, seperti beberapa nabi, beberapa orang shalih, serta lain sebagainya.





CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN
iklan

Related Posts

ASTAGFIRULLAH...!!! Meminta Kepada Orang yang Sudah Mati...Hati-hati ITU BISA Termasuk Syirik Besar..., TOLONG BACA PENJELASANYA DAN BANTU BAGIKAN YA....
4/ 5
Oleh